Kamis, 09 Mei 2019

Mengapa Seseorang Dapat Mengalami Mabuk Saat Berada Dalam Perjalanan?


Mabuk perjalanan merupakan sebuah hal yang banyak dialami orang ketika bepergian baik di darat, laut, dan udara. Masalah ini dialami baik oleh anak-anak serta orang dewasa.

Dilansir dari Channels News Asia, disebut bahwa bercampurnya signal yang diterima oleh otak dan apa yang kamu lihat merupakan penyebab terjadinya mabuk perjalanan ini. Dr. Edwin Chng, Medical Director di Parkway Shenton, Singapura, memberi contoh bahwa melihat feed di Instagram, di smartphone ketika berada di mobil yang berjalan dan kereta bisa jadi salah satu penyebabnya.

"Kamu merasa seperti tengah bergerak namun mata memberi sinyal ke otak bahwa kamu tidak ke mana-mana karena smartphone-mu tampak tak bergerak. Konflik sinyal yang terjadi ini merupakan hasil dari gejala mabuk perjalanan," jelas Dr Chng.

"Pada sisi lain, ketika kamu melihat ke luar jendela dan melihat pemandangan yang bergerak, sinyal dari telinga dan mata berjalan seiring, sehingga tidak ada gejala mabuk perjalanan yang dialami," sambungnya.

Lalu mengapa kamu bisa lebih rentan mengalami mabuk perjalanan dibanding orang lain? Selain karena pikira, salah satu hal yang disebut Dr. Chng bisa jadi penyebab hal ini adalah genetik.

"Sejumlah varian genetik tertentu telah dihubungkan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami mabuk perjalanan," jelasnya.

Namun ada hal lain yang disebut bisa menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap mabuk perjalanan ini. Hal ini justru tidak dapat diatasi oleh seseorang.

"Beberapa orang cenderung lebih sensitif terhadap gerakan dibanding yang lain," jelas Timothy Hain, profesor di Northwestern University.

Hormon bisa jadi biang keladi dari terjadinya mabuk perjalanan ini. Masalah ini menyebabkan wanita lebih rentan karena mereka cenderung lebih banyak mengalami perubahan hormon seperti hamil, menstruasi, atau menggunakan obat kontrasepsi sehingga lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah jika kamu memiliki migrain. Seseorang yang lebih sering sakit kepala dan migrain, disebut Dr. Chng lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.

Bagi orangtua yang bepergian dengan anak-anak, terdapat saran yang diberikan oleh Dr. Chng untuk mengatasi mabuk perjalanan ini. Disebut bahwa anak dengan usia di bawah dua tahun biasanya lebih tahan dengan mabuk perjalanan.

"Kejadian ini biasanya memuncak pada usia sembilan tahun dan menurun seiring bertambahnya usia," jelas Dr. Chng.

0 komentar:

Posting Komentar